Sudah 69tahun negara kita merdeka, tentunya kemerdekaan ini tidak didapat dengan cuma-cuma tetapi lewat perjuangan para pahlawan kita. Pernahkah kita berpikir dalam benak kita bagaimanakah kehidupan para mantan veteran alias pejuang kita yang telah memperjuangkan kemerdekaan republik Indonesia ini Apakah mereka mereka mendapatkan tempat layak dan kehidupan yang baik layak atas apa yang telah mereka perjuangkan dengan nyawa harta dan keluarga
Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupai menghargai jasa para pahlawan. Begitulah kata Bung Karno, bapak proklamator sekaligus presiden pertama RI. Setelah 69 tahun Indonesia merdeka, tak sedikit para vetaran perang kemerdekaan yang hidup menderita. Sungguh ironi bagi bangsa ini yang tidak menghargai perjuangan pahlawan mereka. Kalau bukan karena pengorbanan para pejuang tersebut, Indonesia tidak akan dapat meraih kemerdekaannya. Parahnya lagi para pejuang yang telah berkorban dengan keringat dan darah seolah terlupakan. Kehidupan ratusan veteran perang di sejumlah daerah sungguh memprihatinkan. Mereka hidup dengan sangat kekurangan. Di tengah usia mereka yang sudah lebih separuh abad, mereka tidak dapat merasakan nikmatnya dunia, tetapi masih harus menjalani hari-hari dengan bekerja untuk mencari sesuap nasi. Ada banyak veteran perang kita yang mengalami nasib sangat perihatin yang bisa dikatakan sangat malang nasib kehidupannya
seorang lelaki tua pensiunan Tni Peltu Purn Asinar Machmoed yang tinggal di Daerah Gunung sari Balikpapan bapak asinar lahir di kota sanga sanga kalimantan timur mantan pembantu letnan satu dari Paldam ix Mulawarman sekarang Kodam VI Mulawarmanyang sekarang berusia 86 tahun dana pensiun veteran tidak cukup meghidupkan mereka pemerintah Daerah Kaltim melupakan mereka tidak menyurutkan hidupnya. Pak Asinar Machmmoed ini juga tak mau berpangku tangan. Dia bertekad terus berjuang seumur hidup untuk terus bertahan di negeri ini dengan duduk kursi bantunya
Asinar Mach moedseorang veteran kemerdekaan yang sudah berusia 86 tahun ini terpaksa harus duduk dikursi bantunya untuk menyambung hidupnya. Meskipun sudah tua, langkah bapak asinar ini terlihat masih tegap. Sikap dan suaranya masih berbahak bahak masih sama seperti saat masih dia muda aktif di sanga sanga kalimanatan timur dan waktu masih berdinas di tentara nasional indonesia. Namun, dia kini tak lagi memanggul senjata. Pria tua ini kemana-mana membawa kursi bantun. jiwanya masih memiliki patriotisme. Dengan caranya sendiri dia mengingatkan arti perjuangan kemerdekaan 70tahun silam.
Kakek Punya belasan cucu cicit dan 10 anak ini juga sulit diajak berkomunikasi, selain fungsi pendengarannya mulai berkurang, kenangan masa perjuangan begitu lekat di ingatannya. Hampir semua jenis pertanyaan selalu dijawab dengan cerita kegigihan para pejuang untuk memperebutkan kemerdekaan.di kota sanga sanga bendera merah putih pertama berkibar di kalimantan timurPertempuran di Sanga sanga merupakan peristiwa yang paling selalau diingat, karena banyak rekan-rekan seperjuangannya yang gugur, beruntung bapak asinar saat itu ia bersama sejumlah pejuang lainnya berhasil selamat setelah mundur penjajah sementara dari medan perang.Meski telah mempertaruhkan nyawanya untuk mengusir penjajah, tak serta merta ia mendapatkan penghidupan yang layak setelah kemerdekaan, tak mudah baginya untuk mendapatkan gaji pensiun veteran.Surat keputusan Departemen Pertahanan tentang gelar kehormatan pejuang yang diperoleh juga hilang karena seringbanjir rumahnya
Bapak Asinar machmoed veteran dan juga tentara pertama yang ada di kaltim bapak Peltu Purn Asinar Machmoed waktu mudanya diambil tentara jepang dilatih yang dilatih para tentara militer jepang menjadi anggota Eho menjadi tentara jepang berita kemerdekaan mereka mereka kawan bapak asinar berbalik melawan tentara jepang belanda waktu itu bertempur melawan penjajah di kota sanga sanga tempat mereka lahir disitulah Bendera Merah Putih berkibar pertama kali di kota sanga sanga di kalimantan timur para veteran ini sangat berjasa, hingga generasi kita sekarang bisa menikmati kemerdekaan seperti saat ini.
Pertempuran mereka para veteran bisa jadi jauh
lebih sulit dari tentara sekerang...mereka bertempur dengan peralatan dan kondisi
seadanya....tapi setelah merdeka
BISA JADI MEREKA
JAUH LEBIH MENDERITA...
Perlu Mata untuk membalas jasa mereka...bukan mata biasa...tapi MATA HATI DAN NURANI.....Tapi masalahnya TERLALU BANYAK PEJABAT BUTA DI NEGRI TERCINTA INI.....TERLALU BANYAK KETAMAKAN DAN KERAKUSAN DI NKRI ini...
Perlu Mata untuk membalas jasa mereka...bukan mata biasa...tapi MATA HATI DAN NURANI.....Tapi masalahnya TERLALU BANYAK PEJABAT BUTA DI NEGRI TERCINTA INI.....TERLALU BANYAK KETAMAKAN DAN KERAKUSAN DI NKRI ini...
Ini rumah mereka yang sering kena banjir selama ini perbaikan parit parit gorong gorong belum pernah tersentuh oleh pemerintah setempat daerah Gunung sari rt 17 balikpapan
daerah sekitar depan rumah mereka sering digenang air banjir bila turun hujan setiap hujan turun

menyedihkan juga kisa veteran perang ini. apakah beliau masih hidup ?
BalasHapusbagaimana cara saya menghubungi beliau ?